Langsung ke konten utama

Opening Song When We Were Young (2018)


Begitu nada pertamanya masuk, kita kayak langsung dilempar ke suasana tahun 90 an, menit pertama di isi dengan suara akustik gitar yang renyah, drumnya ringan, ditambah sentuhan string yang bikin hatinya hangat, tidak lebay, ndak maksa juga untuk sedih, pokoknya pas bangat dengan aura suasana di era kita2 masih sekolahan dulu, itu kalo klean pernah sekolah....wkwkwkwk.

Temponya enak, di tengah-tengah antara semangat dan mellow, musik ini benaran bikin kita jadi ke ingat masa2 waktu sekolah dulu,..... moment2 romantis  kejar2 an di lapangan sekolah, injak rumput yang masih basah, pamerin sepatu baru, naik sepeda bareng, ketawa di kelas, jajan pisgor makannya 5000 bayar nya 2000,.... pokoknya semuanya jadi nyatu. lagunya benar2  nemenin masa muda yang berantakan tapi seru.

Bagaimana dengan dramanya ?

Nonton drama ini kek buka album foto masa2 remaja dulu, settingnya tahun 1996 di sekolah biasa, fokus ke geng anak kelas,...nggak ada plot sinetron berat atau cinta segitiga berdarah-darah, isinya hal-hal kecil tapi ngena,  nyontek bareng pake taktik ala militer, ngerjain guru, naksir teman sekelas, ikut lomba lari, sampai galau milih jurusan kuliah.

Yang bikin enak, semua karakternya berasa “manusia”, si cewek tomboy Yang Xi (Wan Peng)yang keras tapi rapuh, si cowok jenius Hua Biao (Hou Ming Hao) yang bandel tapi peduli, terus teman-temannya yang lain yang masing-masing punya cerita lucu dan punya beban sendiri., chemistry mereka natural, berantemnya kocak, diem-diemnya bikin ikut mellow.

Ton-nya hangat dan jujur, nggak ngeglorifikasi masa muda jadi super indah, tapi juga nggak dibikin kelam,...cuman nunjukin kalau waktu SMA itu ya kayak gitu, sok tau, sok berani, ngerasa dunia milik kita, padahal besoknya panik sama ulangan, visualnya pemerannya juga ok, pokoknya dapat semua

Kalau kangen drakor  Reply 1988, vibesnya ini mirip cuman ini  lebih ringan, drama ini pas banget. Nggak bikin capek mikir, tapi selesai nonton ada senyum-senyum sendiri sambil bilang “iya ya, dulu aku juga gitu”.

Score ost : 10/10
Score drama : 15/10

gimana,...tertarik ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Drama Terbaru Dilraba Dilmurat "Sword Rose"

Cahaya malam membias di wajah Deng Yan, menyapu lembut kulitnya yang pucat diterangi lampu-lampu jalan yang temaram. Ia berdiri diam, membeku di depan sebuah warung kecil yang tampak biasa di mata orang lain, namun bagi Deng Yan, tempat itu adalah pintu kenangan yang tak pernah benar-benar tertutup. Tatapan matanya tajam, tapi tak menyimpan kemarahan, di balik sorotan sayu itu, ada beban yang berat, rasa bersalah yang sudah lama tertanam dan tak pernah bisa ditebus. Ia memandangi warung itu, tempat di mana sahabat masa kecilnya dulu sering duduk di samping ibunya, tertawa, bercerita, bermimpi. Kini warung itu sunyi, seperti hati sang ibu yang tak lagi punya tempat bersandar. Kepergian putrinya bertahun lalu bukan sekadar kehilangan, itu luka yang terbuka, dan Deng Yan tahu, sebagian dari luka itu ada karena dirinya. Ia tidak bisa menyelamatkan sahabatnya. Ia tidak bisa mencegah tragedi itu. Dan meski tak pernah diucapkan, ia tahu  sang ibu menyalahkannya. Kadang dengan diam, kadang...

SENJA DI TANJUNG BUNGA

"Lemah langkah kaki berayun, sedih bergelayut, tanya menumpuk. Tidakkah kau iba pada rasa yang telah lama aku pelihara ini? Malam mulai likat, aku pulang membawa sekantung luka" *** Kapal baru sandar di dermaga, buruh pelabuhan lincah melompat ke body kapal tanpa takut terpeleset jatuh ke laut, atau paling parah terbentur beton dermaga dan cedera. Bahu kekar, tangan berurat, wajah keras, melukiskan kerasnya hidup untuk dilalui. Aku sendiri berdiri di pinggir dermaga menanti sosok yang sedari tadi aku tunggu. “Ham, jemput saya ya. Bawaanku banyak. Maklum cewek. Hehehe.” Tawanya renyah di ujung pulau. Aku menunggu perempuan yang telah sama-sama menikmati lucunya masa bermain, bandelnya masa sekolah. Akan tetapi, apakah dia juga merasakan indahnya masa jatuh cinta? Aku bertanya-tanya. 'Sepertinya semua ini isi lemarimu ya. Cewek kalau kemana-mana apa memang serepot ini?' bibir mungilnya cemberut, membuatku ingin mengecup bibir manja itu agar tak kesal ...

Lirik Lagu Tuhan Su Atur Dan Terjemahannya

Tuhan Su Atur, ..kira-kira kalau di bahasa Indonesiakan Tuhan Sudah Mengatur, memang segala sesuatunya di muka bumi ini Tuhan sudah mengatur, kita tinggal mencari apa yang memang telah di takdirkan untuk kita, termasuk itu masalah cinta gaes... Jadi gini soub, kadang kita merasa berputus asa dalam hidup dan kehidupan padahal kalau kita mau merunut dari awal seharusnya kita sadar, apa yang sudah kita jalani dan apa yang akan kita dapatkan Allah sudah mengatur untuk kita, jadi tak perlu gelisah dan gundah gulana. Nah di bawah ini ada satu lagu yang begitu enak untuk di dengar, temanya tentang percintaannya, makna lagu ini kira-kira seperti yang saya tulis diatas, oh iya sekalian juga saya lampirkan lirik beserta videonya dari akun adik ku  Berikut Lirik Lagu Tuhan Su Atur Sa bahagia miliki ko Akan setia dampingi ko Saling percaya buang ego Mo kasih tinggal tara mungkin to Mana mungkin to e Sa kas tinggal ko e Ji tara mo sampe Ko itu sa pu rempe Yakinlah pasti ko kan bahagia Tra ...