Langsung ke konten utama

Curhat Medsos

Untuk Mu yang Selalu CURHAT di Medsos


Begini soub, saya mau cerita lagi nih, tolong dibaca pelan2 lah, sambil serumput kopi hangat atau teh hangat, kalau ndak bisa serumput dua rumput lah...

beberapa pekan ini saya berpikir keras, betapa perilaku kita dalam bermedia sosial dalam artian mencari teman atau menambah teman itu memiliki perbedaan yang sanga mencolok antara beberapa platform media sosial, di twitter misalnya..di twitter punya semacam filterisasi mana yang harus ditambah atau tidak, bukan aplikasinya yang memfilter tapi penggunanya,..bayangkan saja, saya bikin aku twitter sejak 2 tahun yang lalu, berapa teman twitter yang saya dapatkan itu cuma 500 orang, itupun pake acara merengek-rengek segala, follback dong kaka, sudah di follow nih mana follbacknya dan rengekan lainnya...bidji kan...

di twitter, jumlah huruf itu hanya sampai 120 huruf, yang menjadikan orang2nya disana sangat hati2 dalam memilih suku kata, ibaratnya singkat padat berisi, sedang di facebook kita mau koar2 sampai tuts pc dan hp terlepas atau terhapus pun bisa,..maka tidak heran di twitter itu lebih banyak orang2 yang ndak skeptis dalam berpikir, tapi banyak juga yang dungu disana..hahah dan di twitter kadang menjadi acuan dalam menilai komentar seseorang atau pejabat yang memiliki akun di medsos itu.

di facebook orang begitu gampang mengkonfirmasi permintaan pertemanan walaupun sebenarnya orang tersebut tidak di kenal secara pribadi, asal ada tombol tambah teman sudah langsung di add, tidak lama notifikasi konfirmasi pertemanan pun berbunyi..ping...di twitter walau sudah di follow terus rengek2 minta di follback, sampai berbusa mulut belum tentu juga di follow, terus kalau sudah begitu maka pakai acara unfollow lah, istilahnya 1 follow you follow me, no follow maka unfoll.

di instagram ndak jauh persis dengan twitter, walapun instagram masih satu rumpun dengan facebook.

di yutub malah lebih sadis lagi, kalau kamu tidak bisa menyajikan konten yang di suka dan di cari atau  chanel yutub mu tidak menyajikan apa yang diinginkan orang, jangan harap dapat subscriber.

Perilaku orang dalam bermedsos pun sudah berubah jauh, dulu awal2 medsos kayak facebook muncul, orang2 menggunakannya hanya untuk sekedar menyapa teman di dunia maya, berbagai informasi, setelahnya jadian deh...hahaha..

Sekarang orang2 menjadikan platform medsos sebagai ajang untuk berdagang secara online, online shoop lah seperti itu istilahnya, saya sih ndak heran...karena prinsip dasar orang berjualan secara online adalah membangun jaringan, sebanyak jaringan terbentuk semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil.

bersambung...

Postingan populer dari blog ini

Lirik Lagu Tuhan Su Atur Dan Terjemahannya

Tuhan Su Atur, ..kira-kira kalau di bahasa Indonesiakan Tuhan Sudah Mengatur, memang segala sesuatunya di muka bumi ini Tuhan sudah mengatur, kita tinggal mencari apa yang memang telah di takdirkan untuk kita, termasuk itu masalah cinta gaes... Jadi gini soub, kadang kita merasa berputus asa dalam hidup dan kehidupan padahal kalau kita mau merunut dari awal seharusnya kita sadar, apa yang sudah kita jalani dan apa yang akan kita dapatkan Allah sudah mengatur untuk kita, jadi tak perlu gelisah dan gundah gulana. Nah di bawah ini ada satu lagu yang begitu enak untuk di dengar, temanya tentang percintaannya, makna lagu ini kira-kira seperti yang saya tulis diatas, oh iya sekalian juga saya lampirkan lirik beserta videonya dari akun adik ku  Berikut Lirik Lagu Tuhan Su Atur Sa bahagia miliki ko Akan setia dampingi ko Saling percaya buang ego Mo kasih tinggal tara mungkin to Mana mungkin to e Sa kas tinggal ko e Ji tara mo sampe Ko itu sa pu rempe Yakinlah pasti ko kan bahagia Tra ...

Tentang Drama Terbaru Dilraba Dilmurat "Sword Rose"

Cahaya malam membias di wajah Deng Yan, menyapu lembut kulitnya yang pucat diterangi lampu-lampu jalan yang temaram. Ia berdiri diam, membeku di depan sebuah warung kecil yang tampak biasa di mata orang lain, namun bagi Deng Yan, tempat itu adalah pintu kenangan yang tak pernah benar-benar tertutup. Tatapan matanya tajam, tapi tak menyimpan kemarahan, di balik sorotan sayu itu, ada beban yang berat, rasa bersalah yang sudah lama tertanam dan tak pernah bisa ditebus. Ia memandangi warung itu, tempat di mana sahabat masa kecilnya dulu sering duduk di samping ibunya, tertawa, bercerita, bermimpi. Kini warung itu sunyi, seperti hati sang ibu yang tak lagi punya tempat bersandar. Kepergian putrinya bertahun lalu bukan sekadar kehilangan, itu luka yang terbuka, dan Deng Yan tahu, sebagian dari luka itu ada karena dirinya. Ia tidak bisa menyelamatkan sahabatnya. Ia tidak bisa mencegah tragedi itu. Dan meski tak pernah diucapkan, ia tahu  sang ibu menyalahkannya. Kadang dengan diam, kadang...

Forever Love (2020)

Yang bikin menarik dari drama ini adalah kisah perjuangan karakter2 yang di perankan oleh Wang An Yu dan Xiang Han Zhi, benar2 seperti kisah realistis dalam kehidupan nyata dari anak muda yang tak punya apa2 sampe bisa menjadi orang yang hebat,...zero to hero istilahnya, drama2 romatis yang seperti ini yang bikin enak untuk di nonton, ndak kayak nonton drama tema cinta2 an anak muda yang tak jelas Tak ada orang ketiga beracun dalam cerita, ndak ada adegan perpisahan dengan alasan yang tak jelas, karakter wanita dan pria nya juga punya sikap yang tegas terhadap orang ke 3 yang mau merusak suasana, walaupun kisah cintanya awal nya tak mendapat restu, tapi disini lah daya tarik dari drama ini....  di adegan terakhir ketika Jiang Zhenghan yang di perankan Wang An Yu membawakan teh untuk di sajikan ke ibu mertua itu benar2 menguras emosi, nasehat pernikahan  ibu mertua, pernyataan Jiang Zhenghan untuk bisa menjadi suami yang baik di tambah dengan dengan dialog dari Xia Linxi yang d...