Langsung ke konten utama

Aku, Kamu Dan Juga Teman Teman yang Lain (01)



Nostalgia Masa SMA kita

Pintu masuk ada 2, di gapura sekolah yang pas di samping papan nama itu, gapura itu cukup keramat, karena 90 % siswanya jarang yang mau masuk lewat situ, pintu ke dua pas yang berhadapan dengan gapura SKB, sebenarnya masih ada pintu ke tiga, tepatnya di belakang ruang kelas 3 ipa, tapi itu darurat hanya untuk di pergunakan dalam keadaan genting,..hehehe

di samping lapangan upacara ada arena untuk olahraga sepak takraw atau untuk bulutangkis bisa juga, di situ juga dekat dengan tempat parkir motor, ruang kelas kita dihubungkan oleh koridor beratap teduh, sehingga jika kita berpindah kelas ndak kepanasan, kita dulu pake sistem moving kelas, ruang kelas kita cangat refrensentatif untuk belajar, ada banyak ruangan ndak ada yang namanya masuk siang karena ruang kelas cukup.

Ada lapangan sepakbola mini tempat kita semua berolahraga, tempat terjadinya tragedi jalan cepat di pagi hari, lakonnya wa Anu, yang punya rambut hitam berkilau, yang punya mata indah kek penyanyi bule Alanais Morisete, lalu ada ruang kelas ipa, jendela kacanya punya moment manis yang tetap terkenang sampai saat ini,...

ah...DIA yang Senyumnya Merekah di Balik Jendela Kelas

saya awali kehidupan ku di sekolah ini sekitar tahun 1995, bersama teman-teman yang luar biasa hebatnya, walaupun ada beberapa yang kemudian saya kenal belakangan karena pindahan tapi tidak dapat mengurangi rasa sayang dan hormatku kepada mereka, ada salah satu sobat terbaik ku La ode kahar, lalu ada juga dia yang punya Siluet Indah di Depan Kelas Ku dan beberapa lainnya.

Banyak cerita dan kisah tercipta, seperti yang di nanyikan di lagu ini,..nostalgia masa sma masa yang tak akan hilang begitu saja.

Masing2 dari kita sudah terpisah oleh laut, daratan dan cita2,..tapi saya yakin suatu saat nanti kita semua akan kembali bersua, saling berbagi cerita dan pengalaman, saling berbagi hal yang sudah terlewatkan di 20 tahunan ini....

Salam rindu ku untuk kalian semua

Zulham Efendi Alumni SMA 3 Raha Angg 1997

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Drama Terbaru Dilraba Dilmurat "Sword Rose"

Cahaya malam membias di wajah Deng Yan, menyapu lembut kulitnya yang pucat diterangi lampu-lampu jalan yang temaram. Ia berdiri diam, membeku di depan sebuah warung kecil yang tampak biasa di mata orang lain, namun bagi Deng Yan, tempat itu adalah pintu kenangan yang tak pernah benar-benar tertutup. Tatapan matanya tajam, tapi tak menyimpan kemarahan, di balik sorotan sayu itu, ada beban yang berat, rasa bersalah yang sudah lama tertanam dan tak pernah bisa ditebus. Ia memandangi warung itu, tempat di mana sahabat masa kecilnya dulu sering duduk di samping ibunya, tertawa, bercerita, bermimpi. Kini warung itu sunyi, seperti hati sang ibu yang tak lagi punya tempat bersandar. Kepergian putrinya bertahun lalu bukan sekadar kehilangan, itu luka yang terbuka, dan Deng Yan tahu, sebagian dari luka itu ada karena dirinya. Ia tidak bisa menyelamatkan sahabatnya. Ia tidak bisa mencegah tragedi itu. Dan meski tak pernah diucapkan, ia tahu  sang ibu menyalahkannya. Kadang dengan diam, kadang...

SENJA DI TANJUNG BUNGA

"Lemah langkah kaki berayun, sedih bergelayut, tanya menumpuk. Tidakkah kau iba pada rasa yang telah lama aku pelihara ini? Malam mulai likat, aku pulang membawa sekantung luka" *** Kapal baru sandar di dermaga, buruh pelabuhan lincah melompat ke body kapal tanpa takut terpeleset jatuh ke laut, atau paling parah terbentur beton dermaga dan cedera. Bahu kekar, tangan berurat, wajah keras, melukiskan kerasnya hidup untuk dilalui. Aku sendiri berdiri di pinggir dermaga menanti sosok yang sedari tadi aku tunggu. “Ham, jemput saya ya. Bawaanku banyak. Maklum cewek. Hehehe.” Tawanya renyah di ujung pulau. Aku menunggu perempuan yang telah sama-sama menikmati lucunya masa bermain, bandelnya masa sekolah. Akan tetapi, apakah dia juga merasakan indahnya masa jatuh cinta? Aku bertanya-tanya. 'Sepertinya semua ini isi lemarimu ya. Cewek kalau kemana-mana apa memang serepot ini?' bibir mungilnya cemberut, membuatku ingin mengecup bibir manja itu agar tak kesal ...

Lirik Lagu Tuhan Su Atur Dan Terjemahannya

Tuhan Su Atur, ..kira-kira kalau di bahasa Indonesiakan Tuhan Sudah Mengatur, memang segala sesuatunya di muka bumi ini Tuhan sudah mengatur, kita tinggal mencari apa yang memang telah di takdirkan untuk kita, termasuk itu masalah cinta gaes... Jadi gini soub, kadang kita merasa berputus asa dalam hidup dan kehidupan padahal kalau kita mau merunut dari awal seharusnya kita sadar, apa yang sudah kita jalani dan apa yang akan kita dapatkan Allah sudah mengatur untuk kita, jadi tak perlu gelisah dan gundah gulana. Nah di bawah ini ada satu lagu yang begitu enak untuk di dengar, temanya tentang percintaannya, makna lagu ini kira-kira seperti yang saya tulis diatas, oh iya sekalian juga saya lampirkan lirik beserta videonya dari akun adik ku  Berikut Lirik Lagu Tuhan Su Atur Sa bahagia miliki ko Akan setia dampingi ko Saling percaya buang ego Mo kasih tinggal tara mungkin to Mana mungkin to e Sa kas tinggal ko e Ji tara mo sampe Ko itu sa pu rempe Yakinlah pasti ko kan bahagia Tra ...