Langsung ke konten utama

10 Ribu km, Diatas Permukaan Laut




Kemaren,   Di atas 10 ribu meter dari permukaan laut

Assalamu alaikum soub, ..

Di perangkat menunjukan tanggal 20 juni 2019 jam 18.40 (masih bawaan waktu Indonesia) ya seyogyanya sudah mau  menjelang malam, kalau di darat  (di Indonesia), keadaan sudah mulai gelap, tapi tidak kali ini soub, dari ketinggian 10 ribuan meter itu, kami mulai memasuki perairan laut arab, itu terlihat dari peta layar di pesawat, dan dari balik jendela cuman ada hamparan awan putih seputih kapas, keadaan cerah, mentari bersinar dengan teriknya, kalau waktunya di conversi, di pesawat mungkin kam sementarai di jam 12 siang, karena kita punya perbedaan waktu yg cukup mencolok, jadi itu bisa terjadi, (di Indonesia  sudah gelap gulita, kami disini masih terik)

Sesekali terjadi goncangan, tapi masya Allah, di moment itulah kami begitu dekat dengan Allah sang Khalik, lantunan dzikir tak henti2 nya terucap, dan Alhamdulillah, Allah senantiasa menjaga hamba2 nya yg ikhlas.

Rasa ngantuk begitu mendera, mau tidur juga rasa nya gimana gitu, kupandangi wajah teman duduk ku..(pa Zaenal), matanya merek melek, itu artinya dia sedang susah tidur, apatah lagi saya...lagian saya sudah menghabiskan 2 cangkir kopi susu buatan sang pramugari..hahay

Sempat di bandara tadi mau ajak kopdaran sobat lama ku Haikalsulaiman Adidoya sayang beliau ndak punya waktu, mau ajak kopdaran saudara ku La Ode Kahar kek nya jawabannya juga bakal sama, ya sudah nanti lain waktu saja...

Alhamdulillah, segala doa kebaikan senantiasa tercurah untuk pimpinan kami, orang tua kami, bapak Haji Sahar Sewang sekeluarga, yg kebetulan  beliau ,  ibu dan 2 putranya,  bersama dalam rombongan kami, semoga beliau dan keluarga senantiasa di beri kesehatan dan semoga apa yg telah di berikan ke kami akan membuahkan amal jariah di akhirat kelak, Amiin...

Masih dari balik jendela, hamparan awan putih masih membentang, di balik latarnya  juga terhampar laut biru nan luas, tak henti2nya kami memuji Mu ya Allah,...

Sedikit demi sedikit, bibir pantai sudah mulai terlihat, aku tak bisa memfotonya soub, resolusi kamera nggak sanggup untuk mengambilnya, kalau saya paksakan hasil akan jelek, jadi ya...di bayang2 saja kek bagaimana bentuknya (saya tetapkan lampirkan foto panoramanya)

Yang jelas dari tampilan atasnya kayaknya kami sudah berada di daratan jazirah arab, hamparan warna putih ke abu2 an menandakan itu adalah padang pasir..

Dan masya Allah, tulisan ini saya harus hentikan, karena ada sang Pramugari nawarin makan siang..heheh...ok soub

Nanti saya lanjut lagi
----------------------
Madinah kota Nabi Jumat 21 Juni 2019 jam 07.02 pagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Lagu Tuhan Su Atur Dan Terjemahannya

Tuhan Su Atur, ..kira-kira kalau di bahasa Indonesiakan Tuhan Sudah Mengatur, memang segala sesuatunya di muka bumi ini Tuhan sudah mengatur, kita tinggal mencari apa yang memang telah di takdirkan untuk kita, termasuk itu masalah cinta gaes... Jadi gini soub, kadang kita merasa berputus asa dalam hidup dan kehidupan padahal kalau kita mau merunut dari awal seharusnya kita sadar, apa yang sudah kita jalani dan apa yang akan kita dapatkan Allah sudah mengatur untuk kita, jadi tak perlu gelisah dan gundah gulana. Nah di bawah ini ada satu lagu yang begitu enak untuk di dengar, temanya tentang percintaannya, makna lagu ini kira-kira seperti yang saya tulis diatas, oh iya sekalian juga saya lampirkan lirik beserta videonya dari akun adik ku  Berikut Lirik Lagu Tuhan Su Atur Sa bahagia miliki ko Akan setia dampingi ko Saling percaya buang ego Mo kasih tinggal tara mungkin to Mana mungkin to e Sa kas tinggal ko e Ji tara mo sampe Ko itu sa pu rempe Yakinlah pasti ko kan bahagia Tra ...

Tentang Drama Terbaru Dilraba Dilmurat "Sword Rose"

Cahaya malam membias di wajah Deng Yan, menyapu lembut kulitnya yang pucat diterangi lampu-lampu jalan yang temaram. Ia berdiri diam, membeku di depan sebuah warung kecil yang tampak biasa di mata orang lain, namun bagi Deng Yan, tempat itu adalah pintu kenangan yang tak pernah benar-benar tertutup. Tatapan matanya tajam, tapi tak menyimpan kemarahan, di balik sorotan sayu itu, ada beban yang berat, rasa bersalah yang sudah lama tertanam dan tak pernah bisa ditebus. Ia memandangi warung itu, tempat di mana sahabat masa kecilnya dulu sering duduk di samping ibunya, tertawa, bercerita, bermimpi. Kini warung itu sunyi, seperti hati sang ibu yang tak lagi punya tempat bersandar. Kepergian putrinya bertahun lalu bukan sekadar kehilangan, itu luka yang terbuka, dan Deng Yan tahu, sebagian dari luka itu ada karena dirinya. Ia tidak bisa menyelamatkan sahabatnya. Ia tidak bisa mencegah tragedi itu. Dan meski tak pernah diucapkan, ia tahu  sang ibu menyalahkannya. Kadang dengan diam, kadang...

Forever Love (2020)

Yang bikin menarik dari drama ini adalah kisah perjuangan karakter2 yang di perankan oleh Wang An Yu dan Xiang Han Zhi, benar2 seperti kisah realistis dalam kehidupan nyata dari anak muda yang tak punya apa2 sampe bisa menjadi orang yang hebat,...zero to hero istilahnya, drama2 romatis yang seperti ini yang bikin enak untuk di nonton, ndak kayak nonton drama tema cinta2 an anak muda yang tak jelas Tak ada orang ketiga beracun dalam cerita, ndak ada adegan perpisahan dengan alasan yang tak jelas, karakter wanita dan pria nya juga punya sikap yang tegas terhadap orang ke 3 yang mau merusak suasana, walaupun kisah cintanya awal nya tak mendapat restu, tapi disini lah daya tarik dari drama ini....  di adegan terakhir ketika Jiang Zhenghan yang di perankan Wang An Yu membawakan teh untuk di sajikan ke ibu mertua itu benar2 menguras emosi, nasehat pernikahan  ibu mertua, pernyataan Jiang Zhenghan untuk bisa menjadi suami yang baik di tambah dengan dengan dialog dari Xia Linxi yang d...