Diadaptasi dari novel karya Ma Boyong, drama ini menampilkan beberapa tokoh sejarah yaitu jajaran kabinet dan perangkat istana Kaisar Xuanzong termasuk putra mahkota Li Heng.
Tokoh sentral drama ini adalah ahli strategi Li Bi (Jackson Yee) yang merupakan teman dan pendukung Putra Mahkota Li Heng. Dalam drama ini Li Bi muda menjadi Kepala Korps Penjaga Kedamaian, satuan intelejen yang bertugas menjaga keselamatan kerajaan dari serangan terorisme. Anggep aja Homeland Security jaman dinasti Tang.
Li Bi sendiri adalah tokoh sejarah yang nyata ada, seorang genius yang pada usia 6 tahun sudah menguasai baca tulis, matematika, sastra dan berbagai ilmu sehingga dibawa ke hadapan kaisar Xuanzong. Saking kagumnya kaisar, Li Bi dijadikan teman belajar Putra Mahkota Li Heng. Li Bi adalah seorang yang ahli analisa dan strategi yang handal tapi sangat religius sehingga menganut gaya hidup pertapa. Dalam drama digambarkan Li Bi muda sebagai pendeta Tao. Dalam sejarahnya, Li Bi kelak menjadi penasehat 4 kaisar dinasti Tang. Dari sini saja kita sudah tahu kalau drama ini bakalan happy end buat Li Bi.
Tokoh utama berikutnya adalah Zhang Xiao Jing (Lei Jia Yin) seorang terpidana mati yang mantan kepala pasukan anjing pelacak. Semacam jaringan intel kerajaan yang bertugas menjaga keselamatan ibukota. Walaupun tokoh ini adalah tokoh rekaan Ma Boyong, dikisahkan kelak ada seorang tokoh bernama Zhang Xiao Jing yang membunuh perdana menteri Yang Guozhong bertahun-tahun kemudian, jadi bisa ditebak juga Zhang Xiao Jing bakal selamat di ending drama ini.
*enaknya nonton drama berdasarkan sejarah yang tokohnya nyata, nasib tokoh sudah ketahuan endingnya, mau dibikin bagaimanapun hebohnya perjuangan hidup mati mereka di dalam dramanya. Ini penting bagi penganut happy ending garis keras seperti saya , wkwk
Ada 2 masalah pelik yang harus dipecahkan oleh Li Bi, pertama adanya ancaman serangan teroris dari Pasukan Serigala, pasukan berani mati asing yang berencana melakukan aksi terorisme pada saat festival lentera di mana jam malam tidak berlaku dan semua orang, baik penduduk maupun pendatang ibukota Chang'an, bebas berada di luar rumah selama 24 jam penuh.
Masalah ke dua adalah titah kaisar Xuanzong yang berniat pensiun dini untuk menikmati hidup ena ena bersama selir kecintaannya, selir Yang, sehingga kaisar akan menyerahkan kuasa pemerintahan kepada perdana menteri Lin Jiulang (tokoh sejarah Li Linfu) yang akan berefek pada kejatuhan posisi putra mahkota yang disandang Pangeran Li Heng karena mereka berada di kubu yang berseberangan. Sebagai pendukung Putra Mahkota Li Heng, Li Bi harus menggagalkan terlaksananya titah ini dan membuat kaisar membatalkan titah tersebut sebelum diumumkan pada pukul 2 siang hari festival lentera. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Li Bi harus menggagalkan aksi terror dan menggagalkan upaya perdana menteri Liu Jiulang menggulingkan Putra Mahkota Li Heng.
Karena kepepet waktu dan sumber daya Li Bi memutuskan untuk memberi amnesti 24 jam bagi terpidana mati Zhang Xiao Jing untuk membantunya menggagalkan aksi terorisme Pasukan Serigala dan membatalkan pengangkatan Liu Jiulang sebagai pelaksana pemerintahan.
Drama ini penuh dengan plot twist, sangat menegangkan dengan berbagai kejutan khas gaya Ma Boyong yang cerdas meramu multi plot twist. Siap-siap menikmati sajian menarik 48 episode yang mungkin berat bagi sebagian orang tapi bikin nagih bagi saya.
Dan khas Ma Boyong, di tengah keriweuhan dikejar-kejar deadline dan perjuangan hidup mati, kudu ada romansa juga dong. Bisa?... Ya tentu bisa, jadilah kisah cinta 24 jam yang dalem banget menembus kalbu.
Ini drama dengan vibe movie, budget berlimpah gaes, jadi gak usah heran kalo settingnya ciamik, karena butuh 7 bulan untuk mempersiapkannya, demikian juga kostumnya sangat mendetail sesuai periode jaman itu. Pengambilan gambar, angle kamera, pergerakannya, smooth banget, berasa kita ikut hadir di sana. Keren dah pokoke.
Akting para pemain gak usah diragukan lagi. Gak ada akting kacangan, semua high level acting. Lupakan kalo Jackson Yee itu idol. Aktingnya sebagai Li Bi sangat solid dan gak kalah sama Lei JiaYin yang aktor dengan jam terbang tinggi.
Lei JiaYin sebagai Zhang Xiao Jing juga keren mainnya, visualisasi karakternya yang multi faset luar biasa. Secara ini full impact action drama, Zhang Xiao Jing berkelahi dengan sengit, kejar-kejaran dan jatuh bangun di sana-sini. Nontonnya aja saya udah ikutan capek, ngos-ngosan dan berasa babak belur, gimana sang aktor atau stuntman-nya ya?
Rating saya 9,5/10.
Highly recommended
source : Dina Rawkin

0 Komentar